DPRD Kutim Hearing dengan IDI Kutim, Bahas RUU Kesehatan Omnibus Law
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI TIMUR- DPRD Kabupaten Kutai Timur mengadakan hearing dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kutim dalam penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law yang saat ini sedang dibahas oleh DPR RI. Rapat hearing tersebut dilangsungkan pada Kamis (8/6/2023).
Ketua IDI Kutim, Didit Tri Setyo Budi,
menyatakan bahwa pasal-pasal dalam RUU Kesehatan Omnibus Law tidak sepenuhnya
mempertimbangkan kepentingan tenaga kesehatan. Salah satu aspek yang
menimbulkan kontroversi adalah diizinkannya dokter asing untuk bekerja di
Indonesia.
Oleh karena itu, IDI Kutim meminta DPR untuk
menghentikan pembahasan RUU tersebut. Jika tuntutan mereka tidak diindahkan,
IDI Kutim mengancam akan melakukan mogok kerja terhadap pelayanan kesehatan.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi D DPRD
Kutim, Yan, menjelaskan bahwa RUU tersebut masih dalam tahap pembahasan dan
pihak DPRD telah menghadirkan IDI pusat, organisasi bidan, perawat, dan apoteker
dalam pembahasan tersebut.
RUU ini merupakan inisiatif DPR RI yang
bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia. Namun, karena
adanya penolakan dari IDI Kutim, Yan mengatakan bahwa permintaan penolakan
tersebut akan disampaikan kepada DPR RI.
"Kami akan meneruskan permintaan
penolakan ini kepada DPR RI, dengan catatan semua poin penolakan akan dijadikan
dasar yang kuat," ujar Yan.
DPRD Kutim berencana menyampaikan penolakan
ini kepada DPR RI dalam waktu dekat, bersamaan dengan kunjungan mereka ke
Komisi V DPR RI terkait anggaran kelanjutan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan.
"Kami akan menyampaikan penolakan ini
kepada DPR RI sejalan dengan progres anggaran pembangunan Pelabuhan
Kenyamukan," lanjutnya.
Sementara itu, terkait mogok kerja yang akan
dilakukan oleh IDI dan tenaga kesehatan, Yan berharap agar hal tersebut tidak
terjadi karena akan berdampak buruk pada pelayanan kesehatan masyarakat.
"Saya berharap
agar tidak terjadi mogok kerja, karena itu akan mengganggu pelayanan kesehatan
yang sangat penting bagi masyarakat," pungkas Yan.(ADV)